Functional Text: Pengertian dan Jenis Teks Fungsional

Functional Text: Pengertian dan Jenis Teks Fungsional

Teks fungsional (Functional Text) merupakan jenis teks dalam Bahasa Inggris yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sesuatu hal dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa jenis Functional Text beserta pejelasannya, antara lain:

1. Procedure Text

a. Fungsi Sosial 

Teks procedure bertujuan untuk memberi petunjuk tentang langkah-langkah/metode/cara-cara melakukan sesuatu. Teks procedure umumnya berisi tips atau serangkaian tindakan atau langkah dalam membuat suatu barang atau melakukan suatu aktivitas. 

b. Struktur Teks 

Teks procedure umumnya memiliki struktur: 

1) goal —tujuan kegiatan; 
2) materials — bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat suatu barang/melakukan suatu aktivitas, sifatnya opsional; 
3) steps — serangkaian langkah. 

c. Unsur Kebahasaan

Teks prosedur biasanya memiliki unsur kebahasaan tertentu, antara lain: 

1) Imperative, kalimat-kalimat perintah seperti sit down, dont mix, pour the water, dsb. 
2) Action verb, kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas fisik atau intelcktual, misalnya mix, put, turn, dsb. 
3) Cannective of sequence, kata penghubung antara langkah yang satu dengan yang lainnya, seperti then, while, next, dll. 
4) Numbering, angka-angka yang menunjukkan urutan kegiatan, misalnya first, second, thirdly, dst. 

2. Descriptive Text

a. Fungsi Sosial 

Teks descriptive bertujuan untuk menggambarkan seseorang, sesuatu, suatu tempat, atau seekor binatang. Teks descriptive menyodorkan banyak informasi tentang orang/benda/tempat/ binatang tertentu secara jelas. 

b. Stuktur Teks 

‘Teks descriptive umumnya memiliki struktur sebagai berikut. 

1) identification, pengenalan subjek atau hal yang akan dideskripsikan.
2) Description, penginformasian ciri-ciri subjek, misalnya sifat-sifat psikologis, perilaky tampilan fisik, dan lain sebagainya. 

c. Unsur Kebahasaan 

Teks descriptive biasanya menggunakan unsur kebahasaan sebagai berikut.

1) Noun (kata benda) yang spesifik, misalnya, father, my school, my dog, dll.
2) Simple present tense. 
3) Detailed noun phrase, kata benda yang mendapat pemberian kata sifat, misalnya an intelligent
tall student, a big large beautiful wooden house.
4) Adjective yang bersifat describing, numbering, classifying, misalnya three tall buildings, sharp white fang, dll.
5) Relational process, menggunakan kata kerja yang dapat menggambarkan keadaan subjek, dan atau mengisyaratkan kepemilikan, misalnya: My car has four doors. My father is really handsome. 
6) Figurative language, menggunakan bahasa figuratif seperti simile atau metafora sebagai cara untuk memberi ilustrasi perbandingan, misalnya: My throat is as dry as a dessert. Her skin is white as cloud, and smooth as water.

3. Recount Text

a. Fungsi Sosial 

Teks recount adalah jenis teks yang kontennya menceritakan kembali suatu peristiwa atau kegiatan yang dialami seseorang di masa lampau. Tujuan teks recount adalah untuk membertkan informasi atau menghibur pembaca. 

b. Struktur Teks Teks recount umumnya memiliki struktur sebagai berikut. 

1) orientation — pengenalan informasi tentang tokoh, tempat, dan kapan peristiwa atau kegiatan itu terjadi di masa lampau; 
2) events — peristiwa atau kegiatan yang terjadi. Biasanya diceritakan dalam urutan kronologis, misalnya: “on the first day, .... The second day, ..."; 
3) reorientation ~ akhir cerita. 

c. Unsur Kebahasaan

Teks recount biasanya memiliki unsur kebahasaan tertentu, seperti: 

1) Noun tertentu sebagai kat ganti orang, sepertt nama orang. 
2) Individual participant, terfokus pada cerita pelaku tertentu yang spesifik. 
3) Past tense, menggunakan kata kerja bentuk lampau, misalnya went, ran, ate, dsb. 
4) Time connective dan donjunction untuk mengurutkan kejadian, misalnya after, before, then, after that, dsb.
5) Action verbs, kata kerja yang menusgukkan peristiwa atau kegiatan, misalnya stayed, climbed, wrote, dil. 
6) Adverbs dan adverbial phrases, kata/frasa keterangan untuk menunjukkan waktu, tempat, dan eam, misalnya yesterday, last week, af home, slowly, carefully, dil.

4. Narrative Text

a. Fungsi Sosial 

Teks narrative merupakan jenis teks berupa cerita atau dongeng yang bertujuan menghibur pembaca. Teks narrative dapat berupa cerita khayalan atau kisah nyata yang direkayasa. 

b. Struktur Teks

1) Orientation, pendahuluan atau pembuka berupa pengenalan tokoh, waktu, dan tempat.
2) Complication/crisis, pengembangan konflik atau pemunculan masalah.
3) Resolution, penyelesaian konflik atau langkah yang diambil untuk merespons masalah. 
4) Reorientation, penutup —ungkapan-ungkapan yang menunjukkan cerita sudah berakhir, hal ini bersifat opsional. 
5) Coda, perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita; bersifat opsional. 

c. Unsur Kebahasaan 

Teks berbentuk narrative umumnya memiliki unsur kebahasaan sebagai berikut. 

1) Noun, kata benda sebagai kata ganti orang, hewan, dan benda dalam cerita, misalnya, stepmother, the dwarfs, household, carriage, dsb. 
2) Individual participant, terfokus pada cerita pelaku tertentu yang spesifik.
3) Past tense, menggunakan kata kerja bentuk lampau, misalnya went, ran, ate, dsb. 
4) Time connective dan conjunction untuk mengurutkan kejadian, misalnya after, before, then, after that, dsb. 
5) Action verbs, kata kerja yang menunjukkan peristiwa atau kegiatan, misalnya stayed, climbed, wrote, dil. 
6) Saying verb dan thinking verb, kata kerja yang menunjukkan pelaporan atau ujaran, misalnya said, told, promised, thought, understood, dsb.

5. Report Text

a. Fungsi sosial 

Teks report adalah teks yang mengupas suatu hasil pengamatan, penelitian, observasi atau studi tentang benda, binatang, orang atau tempat. Tujuan teks report adalah untuk menggambarkan partisipan apa adanya. 

b. Struktur teks

Struktur dari teks report yaitu:

a) General classification, berisi pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya. 
b) Description, berisi informasi atau gambaran dari subjek yang dijabarkan secara ilmiah.

c Unsur kebahasaan

Teks berbentuk report biasanya memiliki ansur kebahasaan sebagai berikut. 

a) General noun, kata yang merujuk pada sesuatu secara umum. Sebagai contoh: tigers are wild, Dalam kalimat tersebut, harimau yang dimaksud merupakan harimau mana saja, tidak spesifik pada satu ekor harimau.
b) Relational process, menggunakan kata kerja yang dapat menggambarkan keadaan objek yang dibicarakan, dan atau mengisyaratkan kepemilikan. Contohnya birds have wings atau ay elephant is a big animal. 
c) Simple present tense, untuk menyatakan suatu kebenaran atau fakta ilmiah. Contohnya a baby of the blue whale generally weighs more than 500 kilograms.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url